SAJAK HAMPA
roda berputar kadang behenti kadang berjalan
kadang melaju kencang kadang pula di rem
entah apakah itu perjuangan
meratap duka menghalau badai
sekarang pilih mana?
seperti inilah sajakku
jika bunga di taman bisa tumbuh bermekaran
sajakku hanya menikmati masa kuncupnya
tak kunjung berbunga manis
entahlah sampai kapan sajakku berhenti
goresan pena ini serasa enggan tuk berhenti
apalah dayaku yang hanya seorang penyair gadungan
tanda ilmu dan keberanian mengungkap
hanya dalam diam aku bersyair
takut bersua mengutarakan
lisan tak mampu mengucap
dalam renung aku berbicara
tiada kawan untuk menjawab
hati kecillah yang senan tiasa mendengar
ingin rasanya menangis sejadinya
tapi apa dayaku yang hanya penyair bodoh
tanda sajak tanpa syair
nilai bahasa pun tak pernah unggul
mau jadi penyair???
dirimu itu ngimpi saja
itu sudah biasa
dalam sajak aku menangis
mengekspresikan seegala macam perasaan di dada
yang tak sempat untuk dibagi
menulislah dengan hati
seburuk-buruknya tulisan
jika ditulis dengan hati pasti meninggalkan kesan
Komentar
Posting Komentar