Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

PUISI TENTANG PAHLAWAN

RAWE RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG pagi itu seperti biasa aku terbangun dibangunkan oleh suara baku tembak darah mengalir jeritan suara suara itu memanggilku "Tolong kami Bung!!!,, Tolong selamatkan kami" segera ku mengangkat senjata menggonggong bak serigala berlari secepat kilat Kubakar semangat seluruh kawanku Ayo kita tumpas Penjajah!! kita hancurkan mereka Ini Tanah kita, mereka tidak berhak atas ini "Rawe Rawe Rantas Malang Malang Putung" Hidup atau Mati Ini Negri kita!! singkirkan dari kaki penjajahan meriam, peluru sudah seperti  hujan aku tak akan gentar kalian boleh menghanguska kota ini kalian boleh memuntahkan seluruh pelurumu tapi selama pemuda berdiri gagah semangat kami tidak akan luntur kobaran api meluluhlantahkan kotaku aku berdiri merengut tongkatku segera aku berlari dan kutancapkan sang Merah Putih peperangan telah usai Bung!!! kembalilah ke Negrimu Negriku kini telah MERDEKA  

ILMU FANA

ilmu tahu, ilmu nyata ilmmu tak terbandingi aku tak tahu, aku tak nyata ilmu semut ajarkan guyup rukuun ilmu padi ajarkan kerendahan hati ingat rendah hati!!! katanya ilmu mata dunia? melihat cakrawala tanpa batas mengapa orang mencari ilmu? apa benar dengan ilmu kita bahagia? dahulu murid menghamba demi ilmu sekarang jangankan menghamba melihat saja enggan semua berjalan beriring waktu waktu yang mengejar kita lantas? benarkah ilmu yang kita cari di sekolah ada gunanya? mana sumber ilmu? sekolah? omong kosong!!! lihat keluar banyak ilmu apa hanya dengan makan bangku sekolahan kita bisa cerdas??? sejatinya ilmu abadi hanya ada pada Al quran kitab suci yang turun kepada seorang yang buta huruf sekalipun Rasulullah sallallahu alaihi wasalam loh?? kok bisu? apa tidak ada yang menjawab? tidak ada kah yang menyebut namanya? sungguh durjana orang orang itu matanya dibutakan oleh kesenangan dunia seorang guru telah berkata ...

SAJAK HAMPA

roda berputar kadang behenti kadang berjalan kadang melaju kencang kadang pula di rem entah apakah itu perjuangan meratap duka menghalau  badai sekarang pilih mana? seperti inilah sajakku jika bunga di taman  bisa tumbuh bermekaran sajakku hanya menikmati masa kuncupnya tak kunjung berbunga manis entahlah sampai kapan sajakku berhenti goresan pena ini serasa enggan tuk berhenti apalah dayaku yang hanya seorang penyair gadungan tanda ilmu dan keberanian mengungkap hanya dalam diam aku bersyair takut bersua mengutarakan lisan tak mampu mengucap dalam renung aku berbicara tiada kawan untuk menjawab hati kecillah yang senan tiasa mendengar ingin rasanya menangis sejadinya tapi apa dayaku yang hanya penyair bodoh tanda sajak tanpa syair nilai bahasa pun tak pernah unggul mau jadi penyair??? dirimu itu ngimpi saja itu sudah biasa dalam sajak aku menangis mengekspresikan seegala macam perasaan di dada yang tak sempat ...

BALADA KEBAHAGIAAN

Bahagia tujuan hidup seluruh umat Entah itu akhirat atau dunia Insan serakah memilih dunia dan akhirat Insan cerdik memilih Surga akhirat Halal haramnya cara digunakan mencapai bahagia Apa boleh buat kebagiaan pun dibeli Tak segan mengeluarkan uang milyaran hanya unuk bahagia Tak terbesit betapa tega dirinya Terbuai akan kebahagiaan luput akan bersyukur Terkadang bahagia diatas nestapa orang Tak henti tertawa diatas kepedihan orang Akan kah semua itu berlanjut Tuhan? Penderitaan tak kunjung reda Banyak orang tertawa bahagia Saat bahagia orang lupa segala hal BAHKAN LUPA AKAN JATI DIRI MEREKA

SESUAP KEHIDUPAN INSAN

Manusia diciptakan dengan segala keindahan Segala asa dan kemampuan Terkadang nasib berkata lain. Tapi setidaknya kita berubah Pagi buta kau lekas bangun Kau kayuh sepeda tuamu Dengan semangat empat lima Demi sesuap nasi bahagiakan keluarga Setiap rumah kau datangi Suara paraumu selalu terdengar Tak hentinya bersua Demi sesuap nasi berikan ehidupan Sesuap nasi tentukan hari esok Sesuap nasi datangkan kesejahteraan Bangkitkan jiwa kuatkan batin terisak Aku tak ingin anakku bernasib sama Bekerja ngoyo hasilkan sebutir nasi PERGILAH!!! ubahlah nasib keluargamu Ukir prestasi ditanah Indonesia

SENDU MALAM MERASUK SEPI

Dalam langkah sepi sendirian ku termenung akan suatu hal ku tetap berjalan menyusuri lorong-lorong kelam seakan terburu masa aku berlari hingga batasku terhenti lelah dahaga menjadi satu Tuhanku yang Maha Agung dosakah jika hamba Mu ini mengeluh? aku bukan orang berharta bukan pula pemangku jabatan akankah citaku sampai disini? kedua sayap penolongku selalu berdo'a untukku tak sampai hati aku mengecewakannya tak tahan batin ini melihat semua pengorbanan mereka tak peduli malam atau siang lisannya tak henti mengucap do'a untuk keselamatanku betapa tak tahu dirinya diriku mengecewakan mereka TUHAN..... malam ini aku berdo'a "Ampuni segala dosa-dosa mereka. beri mereka umur panjang Ya Karimmm"